Kesuksesan sebuah organisasi atau inovasi kini tidak lagi hanya diukur dari besarnya keuntungan finansial yang diraih. Di tengah berbagai tantangan global seperti krisis iklim dan disrupsi teknologi, generasi muda ditantang untuk melahirkan terobosan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Gagasan ini mengemuka dalam diskusi "Green Campus Connect: Road to Permata INSPIRE" bertajuk "Beyond Profit: Creating Impactful Innovation" yang digelar di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Menanggapi fenomena ini, Rosdiana Sijabat, Profesor School of Business and Social Innovation Unika Atma Jaya, menekankan pentingnya pergeseran fokus inovasi dari yang sekadar mengejar keuntungan menjadi berorientasi pada dampak sosial. Menurutnya, perguruan tinggi memegang peran krusial sebagai inkubator inovasi melalui penerapan kurikulum berbasis hasil (Outcome-Based Education) guna membentuk pola pikir kewirausahaan sosial yang berkelanjutan pada mahasiswa.

Dari sudut pandang industri keuangan, Direktur Teknologi Permata Bank, Ahmad Mikail Madjid, menyatakan bahwa teknologi harus diposisikan sebagai alat pendukung, sementara kesejahteraan masyarakat tetap menjadi tujuan utama. Ia menjelaskan bagaimana digitalisasi perbankan kini lebih berfokus pada kebutuhan nasabah (customer centricity) dengan tetap mengedepankan manajemen risiko yang kokoh untuk menghadapi ancaman siber.

Sementara itu, Mohammad Fahmi Rachmattulah selaku Director of Strategy & Corporate Development PT Fore Kopi Indonesia Tbk, membagikan pengalamannya dalam merancang bisnis yang solutif. Melalui model bisnis online-to-offline (O2O), Fore Kopi berhasil memangkas biaya operasional untuk menyajikan produk berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus memberdayakan rantai pasok lokal seperti petani kopi dan produsen gula aren domestik.

Diskusi interaktif ini mempertegas bahwa penciptaan solusi yang berkelanjutan memerlukan sinergi erat antara dunia pendidikan sebagai pencetak talenta, pelaku industri sebagai eksekutor lapangan, serta sektor perbankan sebagai penyedia akses. Melalui inisiatif Permata INSPIRE yang bermitra dengan Katadata Green, kolaborasi semacam ini diharapkan terus berlanjut untuk menjawab tantangan sosial dan lingkungan di masa depan.