Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Senin (6/7/2026) pagi pukul 04.02 Wita, gunung tersebut dilaporkan mengalami erupsi dengan menyemburkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak atau mencapai 2.584 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 44,4 mm serta berlangsung selama 145 detik.
Petugas Pos Pantau Gunung Lewotobi Laki-Laki, Fransiskus Masan, menegaskan agar warga dan wisatawan mematuhi zona larangan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Masyarakat juga diingatkan untuk tetap tenang, mengacu pada instruksi resmi pemerintah daerah, serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Selain ancaman erupsi, pihak berwenang menyoroti potensi bahaya banjir lahar hujan yang mengintai sejumlah wilayah, seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Warga di kawasan tersebut diminta waspada saat terjadi hujan intensitas tinggi. Masyarakat yang terdampak paparan abu vulkanik juga diwajibkan menggunakan masker guna melindungi kesehatan sistem pernapasan.
Hingga saat ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada status Siaga (Level III). Sepanjang tahun 2026, tercatat sudah terjadi 417 kali erupsi. Berdasarkan pengamatan pada Senin pagi, selain dua kali gempa letusan, tercatat pula serangkaian aktivitas seismik lain termasuk gempa hembusan, tremor non-harmonik, gempa low frequency, hingga gempa tektonik lokal dan jauh, yang menandakan aktivitas vulkanik gunung tersebut masih sangat dinamis.