Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Selasa (7/7/2026). Letusan yang terjadi pukul 15.18 WITA tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 200 meter di atas puncak, atau sekitar 1.784 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu yang terpantau berwarna kelabu dengan intensitas sedang. Seismograf mencatat erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 10,5 milimeter dengan durasi letusan mencapai 39 detik, yang bergerak ke arah barat dan barat laut.

Hingga saat ini, status aktivitas gunung tersebut masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Catatan kegempaan menunjukkan aktivitas yang cukup intens, di mana dalam rentang waktu pukul 06.00 hingga 12.00 WITA, terdeteksi adanya serangkaian gempa letusan, hembusan, hingga tremor non-harmonik. Tercatat dalam sepekan terakhir, gunung ini telah mengalami erupsi sebanyak 16 kali.

Merespons situasi tersebut, PVMBG secara tegas mengeluarkan peringatan bagi warga lokal maupun wisatawan. Masyarakat dilarang melakukan segala bentuk aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi guna mengantisipasi potensi bahaya yang ditimbulkan oleh material vulkanik.

Data dari MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026, Gunung Lewotobi Laki-laki telah tercatat erupsi sebanyak 330 kali. Fenomena ini menambah daftar panjang aktivitas gunung berapi di tanah air, yang sejauh ini telah mencatat hampir 3.000 kali letusan di berbagai wilayah Indonesia selama tahun berjalan.