Gunung Semeru, yang terletak di Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Selasa (14/7/2026) pagi. Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, erupsi terjadi tepat pada pukul 06.29 WIB.
Letusan kali ini menghasilkan kolom abu tebal berwarna putih hingga kelabu yang membubung setinggi 800 meter di atas puncak, atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut. Material vulkanik tersebut terpantau bergerak ke arah timur laut dan timur. Aktivitas erupsi ini terekam dalam seismograf dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dan berlangsung selama 87 detik.
Pihak PVMBG menyatakan bahwa status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Data pemantauan periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pada hari yang sama mencatat intensitas kegempaan yang cukup tinggi, meliputi 16 kali gempa letusan, 3 kali gempa guguran, serta 2 kali gempa hembusan.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga juga diimbau untuk menjaga jarak aman sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang jalur Besuk Kobokan, mengingat adanya ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari kawah.
Catatan MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa Gunung Semeru merupakan gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan Juli ini, gunung tersebut telah mencatatkan 1.397 kali letusan, berkontribusi signifikan terhadap total 3.164 kejadian erupsi gunung api di seluruh wilayah Indonesia tahun ini.