Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada Jumat (3/7/2026), gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terpantau memuntahkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 1.300 meter di atas puncak kawah Jonggring Saloko.

Detik-detik erupsi tersebut terekam dengan jelas melalui kamera pengawas (CCTV) yang dipasang oleh relawan di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tercatat terjadi 11 kali letusan secara visual dalam periode enam jam terakhir dengan karakteristik asap berwarna putih hingga kelabu.

Selain peningkatan visual, instrumen seismograf mencatat aktivitas kegempaan yang cukup intens, meliputi 15 kali gempa letusan, dua kali gempa hembusan, dan dua kali gempa tektonik jauh. Meski intensitas erupsi meningkat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melaporkan bahwa kondisi pemukiman warga di sekitar lereng gunung masih terpantau aman dan belum terdampak secara langsung.

Kendati demikian, otoritas terkait tetap menetapkan Gunung Semeru pada status Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Peringatan serupa juga berlaku untuk area di luar radius tersebut, yakni larangan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai untuk mengantisipasi bahaya perluasan awan panas serta aliran lahar dingin.

Tim Pusdalops BPBD Lumajang kini telah menyiagakan personel di Pos Pengamatan Curah Koboan untuk memantau situasi secara real-time. Warga diimbau untuk tidak lengah, terutama saat wilayah puncak diguyur hujan lebat, mengingat tumpukan material vulkanik di puncak berpotensi memicu awan panas guguran sewaktu-waktu.