Peningkatan intensitas aktivitas Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir memicu respons kesiapsiagaan di kalangan warga yang bermukim di Kawasan Rawan Bencana (KRB), khususnya di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Meski kondisi di lapangan terpantau stabil dan warga tetap menjalankan rutinitas harian, kewaspadaan kolektif terus diperketat sebagai langkah mitigasi dini.

Koordinator Relawan Desa Tegalmulyo, Subur, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan dampak signifikan dari peningkatan aktivitas tersebut, seperti hujan abu, di wilayahnya. Hal ini dipengaruhi oleh arah guguran lava dan awan panas yang cenderung mengarah ke sektor barat daya, menjauhi pemukiman warga di Tegalmulyo.

Sebagai langkah antisipasi, warga terus memantau perkembangan status gunung melalui kanal informasi resmi yang dikeluarkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta serta BPBD Klaten. Selain memantau aktivitas vulkanik, para relawan juga memperketat pengawasan di jalur pendakian, terutama melalui Pos Sapuangin, guna memastikan tidak ada pendaki yang mencoba melintasi jalur terlarang.

Di sisi lain, Koordinator Relawan Desa Sidorejo, Sukiman, menyoroti fenomena masih adanya kelompok masyarakat yang berupaya melakukan pendakian di tengah peningkatan status aktivitas Merapi. Hal ini dinilai membahayakan keselamatan dan menjadi perhatian serius bagi masyarakat lokal yang bertugas menjaga keamanan lereng gunung.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, menegaskan bahwa berdasarkan pantauan terkini, pertumbuhan kubah lava baru memang mengarah ke barat daya. Namun, otoritas kebencanaan tetap menaruh atensi pada peningkatan suhu di kubah lava lama. Pihaknya terus menjaga kesiapsiagaan penuh guna merespons setiap kemungkinan perubahan status yang terjadi sewaktu-waktu.