Kawasan wisata pesisir di Anyer dan Carita tetap menjadi destinasi pilihan masyarakat meski Gunung Anak Krakatau (GAK) saat ini berada pada Level III atau status Siaga. Pemerintah Provinsi Banten menegaskan bahwa operasional pariwisata tetap berjalan normal dan aman bagi pengunjung, selama masyarakat terus mengikuti rekomendasi resmi dari otoritas terkait.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk melibatkan BMKG, PVMBG, serta unsur TNI dan Polri. Fokus utama pemerintah adalah pada mitigasi yang terukur. Menurutnya, evakuasi masyarakat hanya akan dilakukan jika terdapat indikasi nyata potensi tsunami, bukan semata-mata karena aktivitas erupsi gunung api.

Dari sisi geologi, Pengamat Gunung Api PVMBG, Anggi Nuryo Saputro, menjelaskan bahwa kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini jauh berbeda dibandingkan peristiwa tsunami tahun 2018. Saat ini, tinggi tubuh gunung tercatat di angka 158 meter di atas permukaan laut (mdpl), jauh lebih rendah dibandingkan saat kejadian 2018 yang mencapai 337 mdpl. Meski demikian, ia tetap menekankan kepatuhan wisatawan dan nelayan terhadap larangan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Di lapangan, para pelaku usaha wisata dan pengunjung menunjukkan sikap tenang. Di Pantai Bandulu, kedatangan rombongan wisatawan tetap terlihat konsisten, baik menggunakan bus maupun kendaraan pribadi. Para wisatawan mengaku tetap menjalankan agenda liburan mereka setelah memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi di lokasi tetap kondusif.

Pihak pengelola kawasan wisata pun mengonfirmasi bahwa tidak ada penurunan jumlah kunjungan yang signifikan akibat peningkatan status gunung tersebut. Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi yang akurat melalui kanal resmi, guna memastikan keamanan publik tanpa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di masyarakat.