Kemenangan dramatis Persebaya Surabaya atas Port FC pada laga pamungkas Grup B Piala Presiden 2026 harus dibayar mahal. Striker andalan Green Force, Alex Martins, dipastikan absen dalam laga semifinal krusial melawan Arema FC setelah mengalami cedera dislokasi bahu dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo tersebut.

Insiden tersebut terjadi menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-90+1. Penyerang asal Brasil itu terjatuh dengan posisi pundak menahan beban tubuh setelah berduel dengan pemain lawan. Tim medis Persebaya sempat berupaya melakukan tindakan reposisi langsung di lapangan, namun kendala massa otot sang pemain yang besar membuat penanganan harus dialihkan ke Mayapada Hospital untuk mendapatkan tindakan pembiusan.

Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO, menjelaskan bahwa kondisi Alex kini terus dipantau secara intensif. Proses pemulihan sang striker melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari spesialis ortopedi, kedokteran fisik dan rehabilitasi, serta kedokteran olahraga. Pemeriksaan MRI lanjutan juga telah dilakukan untuk mengevaluasi kondisi jaringan di sekitar sendi bahunya yang kini sudah kembali ke posisi normal.

Meski kehilangan pilar penting di lini serang, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan kesiapan timnya. Juru taktik asal Portugal tersebut menyatakan bahwa kekuatan kolektif adalah kunci utama skuad Green Force. Ia meyakini pemain lain akan siap mengambil kesempatan dan memberikan kontribusi maksimal untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Alex Martins di laga semifinal mendatang.

Sebelum ditarik keluar akibat cedera, Alex Martins tampil impresif sebagai pembeda sejak masuk di awal babak kedua. Ia sukses mencetak gol penentu pada menit ke-47 yang membawa Persebaya unggul 2-1 atas Port FC, sekaligus mengunci status juara Grup B dengan poin sempurna dari tiga pertandingan.