Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas, Esriadi, secara tegas mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Meski wilayah tersebut mulai memasuki fase musim kemarau, fenomena hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih kerap terjadi secara mendadak.
Salah satu poin utama yang disoroti oleh politikus Partai Perindo ini adalah larangan keras bagi masyarakat untuk membuka lahan dengan cara dibakar. Tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masif dan tidak terkendali, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih labil.
Esriadi juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif meminimalisir risiko bencana. Ia mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase agar aliran air tetap lancar. Selain itu, masyarakat diminta proaktif memangkas pohon atau ranting tua di sekitar tempat tinggal guna mencegah tumbangnya pohon saat diterjang angin kencang.
Dalam aspek keselamatan diri, masyarakat diimbau untuk mencari tempat perlindungan yang aman saat hujan badai terjadi. Ia menekankan agar warga menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun di dekat papan reklame yang berisiko roboh sewaktu-waktu akibat kekuatan angin.
Di sisi lain, pihak legislatif juga mendesak Pemerintah Kabupaten Gunung Mas untuk terus mengintensifkan edukasi terkait kesiapsiagaan bencana. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan risiko kerugian materiil maupun jatuhnya korban jiwa akibat perubahan cuaca dapat ditekan semaksimal mungkin.