Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur secara resmi mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi seluruh lapisan masyarakat terkait potensi gangguan kesehatan yang muncul selama musim kemarau 2026. Fenomena El Nino yang memicu cuaca panas ekstrem dan kekeringan menuntut kesadaran ekstra warga dalam menjaga kondisi fisik.
Kepala Dinkes Lombok Timur, Lalu Aries Fahrizi, menjelaskan bahwa minimnya ketersediaan air bersih serta suhu yang meningkat secara drastis menjadi pemicu utama munculnya berbagai penyakit musiman. Beberapa risiko yang harus diwaspadai masyarakat meliputi dehidrasi, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, serta beragam gangguan kesehatan kulit.
Guna memitigasi risiko tersebut, pihak dinas menekankan pentingnya langkah pencegahan mandiri, seperti pemenuhan kebutuhan air minum mineral secara cukup, membatasi aktivitas fisik di bawah paparan sinar matahari langsung, serta memastikan kebersihan makanan dan lingkungan sekitar. Kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, dan lansia diminta untuk mendapatkan perhatian khusus agar terhindar dari komplikasi kesehatan.
Lebih lanjut, Aries menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor sangat krusial dalam menghadapi tantangan ini. Pemerintah desa, institusi pendidikan, hingga sektor swasta diharapkan turut berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, mengelola sanitasi lingkungan, serta mengimbau efisiensi penggunaan air bersih demi menjaga kesehatan kolektif.
Masyarakat juga diminta untuk tidak menunda pemeriksaan medis. Jika ditemukan gejala seperti demam tinggi maupun kesulitan bernapas, warga diimbau segera mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat seperti puskesmas agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.