Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur kembali memberikan dampak signifikan terhadap operasional transportasi udara. Seluruh jadwal penerbangan yang melayani rute dari dan menuju Bandara Frans Seda, Maumere, terpaksa dihentikan sementara waktu. Langkah tegas ini diambil otoritas bandara menyusul tingginya risiko sebaran abu vulkanik yang mengancam keselamatan penerbangan.
Keputusan pembatalan tersebut dipicu oleh kekhawatiran akan dampak material erupsi terhadap performa mesin pesawat serta penurunan jarak pandang pilot di sepanjang jalur penerbangan. Sebagai salah satu pintu masuk vital di Pulau Flores, lumpuhnya operasional Bandara Frans Seda otomatis menghambat mobilitas warga serta mengganggu distribusi perjalanan antardaerah di wilayah tersebut.
Selain risiko penerbangan, paparan abu vulkanik kini mulai menyelimuti wilayah sekitar gunung. Tim Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan, terutama terkait risiko gangguan pernapasan. Warga diminta untuk tetap menggunakan masker atau penutup mulut dan hidung saat beraktivitas di luar ruangan yang terdampak hujan abu.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap zonasi aman. Masyarakat dilarang keras memasuki wilayah berbahaya atau mendekati radius yang terdampak langsung oleh lontaran material vulkanik. Kewaspadaan harus tetap dijaga sembari mengikuti arahan resmi dari otoritas kebencanaan setempat.
Saat ini, pihak pengelola bandara serta maskapai terus memantau pergerakan arah angin dan intensitas erupsi gunung. Calon penumpang diimbau untuk selalu memperbarui informasi perjalanan melalui kanal resmi sebelum merencanakan keberangkatan, mengingat jadwal operasional penerbangan masih sangat bergantung pada kondisi cuaca dan perkembangan aktivitas vulkanik di lapangan.