Raksasa jasa teknologi informasi global, Accenture, baru saja mengonfirmasi adanya insiden keamanan siber yang menargetkan sistem internal mereka. Kepastian ini muncul setelah seorang peretas dengan nama samaran "888" mengeklaim telah berhasil membobol sistem perusahaan dan mencuri data sebesar 35 GB.

Pelaku ancaman siber tersebut kini menawarkan data curian itu di forum kejahatan siber bawah tanah. Data yang diklaim telah dikuasai oleh peretas mencakup berbagai informasi sensitif, seperti kode sumber (source code), kunci RSA, kunci SSH, hingga token akses personal Azure (PAT) serta kunci akses penyimpanan Azure.

Sebagai bukti klaimnya, peretas tersebut menyertakan tangkapan layar yang menampilkan repositori Azure DevOps bernama "121123_AtriasTalentAcademy". Data ini diduga tersimpan dalam domain resmi milik Accenture, yang memperkuat kekhawatiran mengenai potensi risiko keamanan lebih lanjut jika kredensial tersebut disalahgunakan.

Menanggapi hal tersebut, pihak Accenture menyatakan telah bergerak cepat untuk mengidentifikasi dan menutup celah yang menjadi pintu masuk serangan. Perusahaan menegaskan bahwa insiden ini bersifat terisolasi dan tidak mengganggu kelangsungan operasional maupun layanan kepada para klien di seluruh dunia.