Sebanyak 4.014 pelari dari 22 negara lintas benua berkumpul di lereng Gunung Arjuno-Welirang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, untuk ambil bagian dalam Malang Trail Runners (Mantra) 116 yang berlangsung pada 3-5 Juli 2026. Ajang lari lintas alam bergengsi ini kembali hadir setelah sempat vakum selama setahun akibat pandemi, dengan menyuguhkan enam kategori jarak mulai dari 10 kilometer hingga 116 kilometer.
Para peserta tahun ini disuguhi tantangan baru melalui jalur Lincing, sebuah rute yang dirancang khusus untuk menyegarkan pengalaman kompetisi agar tetap kompetitif dan menarik bagi para pelari. Jalur ini membentang di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, di mana pihak penyelenggara dan pengelola hutan berkomitmen penuh menjaga kelestarian flora dan fauna endemik yang ada di kawasan tersebut.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran ini. Menurutnya, Mantra 116 bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan instrumen strategis untuk menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner. Ia menekankan bahwa sinergi antara pariwisata dan pelestarian alam adalah kunci investasi kreatif yang berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, menyatakan bahwa kontribusi wisatawan melalui ajang *sport tourism* sangat signifikan. Ia mencatat bahwa sekitar 30 persen wisatawan berkunjung ke Jawa Timur karena adanya kegiatan event skala nasional maupun internasional, yang secara langsung berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kehutanan juga terus memastikan bahwa pemanfaatan kawasan konservasi untuk ajang olahraga tetap selaras dengan program Jatim Lestari. Kedepannya, pemerintah berencana melakukan perluasan rute lari hingga menembus jaringan desa wisata di kaki gunung, guna memastikan pemerataan distribusi ekonomi hingga ke tingkat masyarakat perdesaan.