Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tengah mematangkan langkah strategis untuk mempercepat cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh Indonesia. Salah satu upaya akselerasi teranyar yang disiapkan pemerintah adalah peluncuran Gerakan Nasional CKG menyasar lingkungan pondok pesantren.
Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan CKG Semester I Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (8/7/2026), tercatat sebanyak 57,34 juta warga telah mengakses layanan pemeriksaan kesehatan ini. Angka tersebut setara dengan 43 persen dari target nasional tahun 2026 yang dipatok sebesar 132 juta jiwa. Kelompok usia sekolah dan remaja menjadi kontributor terbesar dengan realisasi mencapai 10,68 juta jiwa atau 63 persen dari target.
Meski demikian, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, menekankan pentingnya intervensi khusus untuk kelompok bayi baru lahir, balita, dan anak usia prasekolah yang capaiannya masih lambat. Peningkatan layanan kesehatan primer dan optimalisasi Posyandu dinilai menjadi kunci utama untuk menjangkau kelompok rentan tersebut.
Untuk menjaga ritme pemeriksaan yang kini menyentuh angka 700 ribu pemeriksaan per hari, Kementerian Kesehatan juga merancang skema insentif bagi tenaga kesehatan. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Promosi Kesehatan Kemenkes, Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa aturan insentif ini sedang masuk tahap uji coba dan akan diakomodasi melalui Rancangan Instruksi Presiden demi menjamin keberlanjutan program.
Di sisi lain, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Negara, Johar Arifin, menyoroti sejumlah kendala lapangan seperti minimnya partisipasi di beberapa wilayah serta kendala distribusi logistik medis. Sebagai solusi, pemerintah akan memperkuat sosialisasi dengan menggandeng tokoh masyarakat, memperbarui sistem integrasi data SATUSEHAT, serta mengembangkan fitur layanan luring (offline) agar akses pemeriksaan tetap berjalan di wilayah minim sinyal.
Melalui Gerakan Nasional CKG Pondok Pesantren, Kemenko PMK berharap tidak hanya mampu mendongkrak capaian angka partisipasi pemeriksaan kesehatan di kalangan santri, melainkan juga menanamkan dan membangun kesadaran gaya hidup sehat secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan keagamaan.