Sektor sains, teknologi, dan inovasi di Vietnam menunjukkan dinamika pertumbuhan yang signifikan dengan jumlah entitas bisnis yang kini menembus angka 81.000 perusahaan. Salah satu wujud nyata dari progres ini adalah langkah strategis VNPT Group dalam memperkenalkan solusi kios pintar yang terintegrasi langsung dengan portal layanan publik nasional, sebuah upaya untuk mendigitalisasi administrasi negara secara lebih efisien.

Kendati jumlah perusahaan terus meningkat, tantangan besar masih membayangi ekosistem inovasi di negara tersebut. Mayoritas perusahaan saat ini masih berada dalam kelompok dengan tingkat penguasaan teknologi yang rendah. Pemerintah setempat menyadari urgensi untuk memperluas kelompok "inti" yang berfokus pada penelitian dan pengembangan (R&D) serta teknologi tinggi guna menciptakan nilai tambah yang lebih kompetitif di pasar global.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah berkomitmen merumuskan kebijakan yang lebih progresif, termasuk dukungan khusus bagi perusahaan rintisan (startup) berbasis inovasi. Fokus strategis ke depan mencakup upaya menarik investasi asing langsung (FDI) pada sektor teknologi tinggi, sekaligus memperkuat keterlibatan usaha kecil dan menengah (UKM) dalam rantai nilai global melalui komersialisasi hasil penelitian yang lebih masif.

Di sisi lain, penguatan hubungan internasional terus dijalin sebagai bagian dari diplomasi iptek dan budaya. Perdana Menteri Pham Minh Chinh dalam kunjungan resminya ke Swedia meninjau Institut Kedokteran Karolinska, yang mempertegas pentingnya kolaborasi riset medis. Hubungan bilateral ini tidak hanya terjalin melalui sektor formal, tetapi juga melalui jejaring alumni dan pertukaran budaya, seperti Pekan Film Anak Vietnam-Swedia yang bertujuan mempererat hubungan antar masyarakat di kedua negara.