Bursa saham Jepang kembali menorehkan kinerja positif pada perdagangan hari Rabu (22/7/2026) dengan mencatatkan penguatan selama dua hari berturut-turut. Laju indeks utama ditopang oleh gairah investasi pada sektor teknologi dan produsen cip semikonduktor, yang dipicu oleh antisipasi publikasi laporan keuangan korporasi global mendatang.
Pada penutupan perdagangan, indeks acuan Nikkei 225 terapresiasi sebesar 1,75 persen ke posisi 67.388,70. Sejalan dengan itu, indeks Topix yang memiliki cakupan pasar lebih luas juga turut menanjak 1,19 persen dan parkir di level 4.062,66.
Sentimen positif ini tidak terlepas dari pergerakan bursa global, khususnya Wall Street di mana Indeks Philadelphia Semiconductor melonjak hingga 5,2 persen pada sesi sebelumnya. Para pelaku pasar tampaknya mulai mengabaikan bayang-bayang ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta dinamika kebijakan tarif proteksionisme Amerika Serikat. Selain itu, geliat saham cip di Korea Selatan turut memberikan limpahan optimisme ke pasar modal Tokyo.
Maki Sawada, ahli strategi dari Nomura Securities, menjelaskan bahwa fokus pasar saat ini tertuju pada kinerja keuangan raksasa teknologi. Menurutnya, jika laporan laba bersih perusahaan-perusahaan tersebut melampaui estimasi di tengah tekanan biaya operasional yang meningkat, hal ini berpotensi menjadi motor penggerak baru bagi pasar saham Asia, termasuk Jepang.
Dari sisi makroekonomi domestik, performa perdagangan Jepang terpantau solid. Data terbaru menunjukkan nilai ekspor Jepang pada Juni tumbuh 19,3 persen secara tahunan, melampaui proyeksi konsensus pasar. Sementara itu, aktivitas impor juga meningkat sebesar 25,4 persen, mencerminkan ketahanan permintaan dalam negeri yang diyakini mampu menjaga prospek profitabilitas emiten lokal.
Dalam pergerakan sektoral Nikkei, sebanyak 135 saham berhasil menguat, sementara 89 saham tertekan. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh Mitsui Kinzoku yang meroket 12,02 persen, disusul oleh Taiyo Yuden sebesar 10,39 persen, dan Kioxia Holdings yang menguat 10,38 persen. Di sisi lain, saham Mercari memimpin pelemahan dengan koreksi 5,54 persen, diikuti oleh operator Tokyo Disneyland, Oriental Land, yang turun 4,94 persen, serta Recruit Holdings yang melemah sebesar 4,88 persen.