Gunung Kawi selama puluhan tahun telah melekat dengan narasi mistis yang kuat di kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari ritual pesugihan hingga cerita seputar keberadaan entitas gaib. Berbagai aturan tak tertulis atau pantangan sering kali ditaati oleh para pengunjung sebagai bentuk penghormatan sekaligus antisipasi agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan di kawasan tersebut.
Namun, Marcel Radhival atau yang dikenal sebagai Pesulap Merah mengambil sikap berbeda. Melalui konten yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, ia secara terbuka mengakui telah melanggar berbagai larangan adat saat menyambangi Gunung Kawi pada malam hari. Aksi tersebut sontak memancing reaksi warganet yang penasaran dengan alasan di balik keberaniannya.
Dalam aksinya, Marcel secara sengaja mengabaikan kebiasaan untuk mengucap salam atau meminta izin kepada penghuni tak kasatmata sebelum memasuki kawasan gunung. Ia justru melontarkan pernyataan bernada menantang, dengan menyebut dirinya sebagai 'manusia tersakti' dan meminta para penghuni gaib untuk menyingkir dari jalur yang ia lewati.
Selain menolak meminta izin, Marcel juga tidak mematuhi etika 'numpang lewat' yang dipercaya sebagian orang sebagai bentuk kesantunan saat berada di tempat yang dianggap sakral. Ia berargumen bahwa kawasan Gunung Kawi adalah bagian dari dunia manusia, sehingga dirinya tidak memiliki kewajiban untuk tunduk pada aturan gaib yang berkembang di masyarakat.
Hingga saat ini, Marcel mengaku tidak mengalami gangguan atau peristiwa supranatural apa pun pasca-tindakannya tersebut. Aksi ini menjadi cerminan sikap skeptisnya terhadap mitos-mitos yang selama ini berkembang, sekaligus menjadi ruang perdebatan antara kepercayaan lokal dengan sudut pandang rasional yang diusung oleh sang pesulap.