Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan geliat aktivitas vulkaniknya. Berdasarkan laporan terkini, gunung dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut ini terpantau menyemburkan lava pijar sebanyak empat kali dengan jarak luncur maksimum mencapai dua kilometer ke arah Sungai Krasak.
Kondisi visual di sekitar puncak gunung dilaporkan terlihat jelas dengan cuaca yang cenderung cerah, meskipun tidak teramati adanya asap kawah yang keluar. Suhu udara di kawasan sekitar terpantau cukup dingin, yakni berkisar pada 15,1 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 81,4 persen.
Data dari laman Magma Indonesia mencatat aktivitas kegempaan yang cukup intensif, meliputi 25 kali gempa guguran, 24 kali gempa hybrid, serta satu kali gempa tektonik jauh. Mengingat dinamika vulkanik tersebut, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menetapkan status Gunung Merapi tetap berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat karakteristik Merapi yang kerap melepas material vulkanik berupa guguran lava maupun awan panas. Adapun alur luncuran material tersebut secara historis mengarah ke beberapa sektor sungai, termasuk Sungai Bedog, Bebeng, Boyong, Krasak, Gendol, dan Woro.