Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Minggu (14/6/2026) pagi. Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, erupsi terjadi tepat pada pukul 05.28 WIB dengan menyemburkan kolom abu setinggi 400 meter di atas puncak, atau mencapai 4.076 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu yang teramati memiliki intensitas tebal dengan warna dominan putih hingga kelabu, yang bergerak ke arah barat daya. Fenomena ini terekam dengan jelas pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 21 milimeter serta berlangsung selama 93 detik. Intensitas letusan ini menegaskan bahwa aktivitas Semeru masih tergolong tinggi, mengingat dalam kurun waktu satu minggu terakhir, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini telah mengalami 59 kali erupsi.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Data pemantauan sepanjang malam sebelumnya juga mencatat adanya aktivitas kegempaan yang cukup signifikan, termasuk 11 kali gempa letusan, serta adanya aktivitas awan panas guguran dan guguran lava yang terekam oleh stasiun pemantau.

Terkait kondisi tersebut, PVMBG mengeluarkan peringatan tegas bagi warga dan pendaki. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga juga diimbau untuk menjaga jarak aman sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan untuk mengantisipasi bahaya awan panas dan aliran lahar yang berpotensi meluas hingga 17 kilometer.

Catatan statistik menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026, Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif di Indonesia dengan total 1.248 kali letusan dari keseluruhan 2.621 erupsi gunung api yang tercatat di seluruh wilayah Tanah Air hingga pertengahan Juni ini.