Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens. Pada Rabu (8/7/2026) pukul 19.38 WIB, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu setinggi 400 meter di atas puncak.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah utara. Hingga laporan disusun, status aktivitas gunung tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga.

Catatan PVMBG menunjukkan peningkatan frekuensi aktivitas yang cukup signifikan, di mana Gunung Semeru telah meletus sebanyak 21 kali hanya dalam kurun waktu satu pekan terakhir. Khusus pada periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB di hari yang sama, tercatat 13 kali gempa letusan dengan amplitudo hingga 22 milimeter.

Pihak berwenang menegaskan larangan ketat bagi warga untuk beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat diminta tetap menjaga jarak aman sejauh 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang alur tersebut guna mengantisipasi risiko awan panas dan aliran lahar.

Secara nasional, Gunung Semeru tercatat sebagai gunung api paling aktif sepanjang tahun 2026. Dari total 3.035 erupsi gunung api yang direkam di seluruh Indonesia sejak awal Januari hingga 8 Juli 2026, Gunung Semeru menyumbang angka letusan tertinggi dengan total 1.353 kali kejadian.