Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Maluku Utara kembali menunjukkan peningkatan setelah dilaporkan mengalami erupsi pada Selasa, 7 Juli 2026, tepat pukul 16.30 WIT. Peristiwa ini menambah rentetan aktivitas vulkanik gunung tersebut, yang tercatat telah mengalami 12 kali erupsi hanya dalam kurun waktu satu pekan terakhir.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem MAGMA Indonesia, kolom abu teramati membubung hingga ketinggian sekitar 200 meter di atas puncak atau mencapai 1.525 meter di atas permukaan laut. Sebaran material vulkanik berupa abu tebal berwarna kelabu dilaporkan mengarah ke sektor timur laut.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Ibu masih ditetapkan pada Level II atau Waspada. Catatan kegempaan selama periode pengamatan 7 Juli 2026 menunjukkan aktivitas yang cukup intens, dengan terdeteksinya 78 kali gempa letusan, 13 kali gempa harmonik, serta 75 kali gempa low frequency. Tingginya frekuensi kegempaan ini menjadi indikator bahwa dapur magma gunung tersebut masih sangat aktif.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak PVMBG memberikan instruksi tegas kepada masyarakat setempat maupun wisatawan. Warga diminta untuk tidak melakukan segala bentuk aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah. Selain itu, perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara juga dinyatakan sebagai zona terlarang demi keselamatan publik.
Data dari MAGMA Indonesia mencatat bahwa Gunung Ibu merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang tahun 2026. Hingga awal Juli, gunung ini tercatat telah erupsi sebanyak 1.006 kali, menempati urutan kedua sebagai gunung dengan frekuensi letusan terbanyak setelah Gunung Semeru di Jawa Timur yang mencatatkan 1.342 kali erupsi.