Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan kembali mengalami peningkatan signifikan. Pada Selasa (7/7/2026) siang, gunung api tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik tebal setinggi kurang lebih 1,4 kilometer di atas puncak kawah.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat letusan terjadi pada pukul 11.37 WITA. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal tersebut teramati bergerak ke arah barat hingga barat laut. Berdasarkan data seismograf, erupsi ini tercatat memiliki amplitudo maksimum 47,3 milimeter dengan durasi gempa erupsi selama 87 detik.

Hingga saat ini, status gunung api tersebut masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat serta wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi guna mengantisipasi bahaya lontaran material vulkanik yang tidak terduga.

Selain ancaman erupsi langsung, pihak berwenang juga memberikan peringatan serius mengenai risiko banjir lahar hujan, terutama bagi penduduk yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki. Wilayah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Terkait paparan abu vulkanik yang dapat berdampak pada kesehatan, masyarakat yang berada di jalur sebaran abu diimbau untuk mengenakan masker sebagai langkah perlindungan pernapasan. Pemerintah Daerah Flores Timur diharapkan mempererat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki guna memastikan penyebaran informasi mitigasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas.