Perumda Air Minum (AM) Kota Padang saat ini tengah mengintensifkan proyek rehabilitasi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Langkah perbaikan ini diambil sebagai upaya jangka panjang untuk memulihkan kapasitas pengolahan air yang sempat menurun, yang kini berdampak langsung pada kenyamanan sekitar 50.000 pelanggan di wilayah pusat kota.

Seiring berlangsungnya pengerjaan tersebut, pelanggan melaporkan penurunan kualitas air, seperti keruhnya warna air, aroma yang tidak sedap, hingga pengecilan debit distribusi. Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga. Menurutnya, kendala ini merupakan dampak dari usia IPA Gunung Pangilun yang telah beroperasi sejak tahun 1957 dan sudah memerlukan peremajaan total.

Hendra menjelaskan bahwa keterbatasan sistem pengolahan saat ini membuat instalasi sulit beroperasi optimal saat tingkat kekeruhan air sungai meningkat tajam akibat kondisi cuaca buruk. "Dengan infrastruktur yang sudah berusia hampir 70 tahun, peralatan yang ada mulai rapuh dan tidak lagi mampu memproses air baku secara maksimal mengikuti standar saat ini," ujarnya.

Proyek rehabilitasi yang telah berjalan sejak akhir 2025 dan ditargetkan rampung pada Desember 2026 ini mencakup perbaikan besar-besaran pada 12 unit filter serta pembaruan di Intake Kampung Koto. Direktur Teknik Perumda AM Padang, Andri Satria, menegaskan bahwa pihaknya sengaja memilih opsi tetap mengalirkan air meski dengan kualitas terbatas, alih-alih menghentikan total layanan selama berbulan-bulan yang justru akan lebih menyulitkan pelanggan.

Sebagai solusi sementara, pihak Perumda AM Padang mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air dari pipa untuk kebutuhan konsumsi langsung, seperti memasak atau minum, hingga kondisi normal kembali. Bagi pelanggan yang terdampak parah, pihak perusahaan menyediakan layanan mobil tangki air bersih gratis yang dapat diakses melalui layanan pengaduan resmi dengan menyertakan identitas pelanggan.