Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Erupsi dilaporkan terjadi pada Jumat (19/6/2026) pukul 00.44 WIB, dengan kolom abu teramati membubung setinggi 700 meter di atas puncak atau mencapai 4.376 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu tersebut berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang bergerak ke arah barat daya. Intensitas erupsi yang tinggi ini tercatat dalam sepekan terakhir, di mana Semeru telah mengalami 47 kali kejadian erupsi.

Hingga laporan ini disusun, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Rekaman seismik periode 19 Juni 2026 pukul 18.00 hingga 23.59 WIB mencatat aktivitas kegempaan yang cukup intens, meliputi 11 kali gempa letusan, tiga kali gempa guguran, serta empat kali gempa hembusan.

Otoritas terkait memberikan peringatan tegas agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga diimbau untuk menjaga jarak aman sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan guna mengantisipasi potensi awan panas dan aliran lahar.

Sebagai informasi tambahan, catatan MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa Gunung Semeru merupakan gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang tahun 2026. Dari total 2.793 kejadian letusan gunung api di tanah air, Semeru mendominasi dengan kontribusi sebanyak 1.298 kali erupsi.