Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa erupsi pada Sabtu (27/6/2026) sore, tepatnya pukul 16.44 WIB. Kendati demikian, pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa status gunung tersebut masih tertahan di Level II atau Waspada.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Andi Suardi, menegaskan bahwa aktivitas saat ini masih didominasi oleh hembusan. Meskipun belum ada eskalasi yang mengharuskan kenaikan status, masyarakat, nelayan, dan wisatawan tetap diwajibkan mematuhi batasan aman. Seluruh pihak dilarang keras memasuki kawasan radius dua kilometer dari kawah aktif guna mengantisipasi potensi bahaya yang tidak terduga.
Menanggapi imbauan tersebut, para operator kapal wisata di Lampung Selatan telah melakukan penyesuaian operasional sejak Sabtu. Wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan tersebut kini hanya diperbolehkan melihat dari kejauhan dengan cara mengitari pulau, tanpa diizinkan untuk turun ke daratan maupun melakukan pendakian.
Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pelaku wisata dalam menjaga keselamatan pengunjung di tengah kondisi vulkanik yang terus berfluktuasi. Warga serta wisatawan diimbau untuk tidak termakan informasi yang tidak valid dan tetap memantau perkembangan terkini melalui kanal resmi yang disediakan oleh instansi terkait.