Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengeluarkan peringatan tegas bagi para nelayan serta wisatawan untuk menjauhi kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK). Langkah mitigasi ini diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik gunung tersebut yang kini berada di level III atau Siaga.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, menegaskan bahwa nelayan di sepanjang pesisir selatan, seperti Binuangeun, Panggarangan, Bayah, hingga Cihara, diminta untuk tidak melaut di sekitar perairan tersebut. Peringatan ini merujuk pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang melarang segala bentuk aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Peningkatan status menjadi Siaga didasari pada potensi bahaya berupa lontaran material pijar dan sebaran abu vulkanik yang dapat mengancam keselamatan jiwa di area perairan maupun pesisir. Meskipun aktivitas vulkanik sedang intensif, Sukanta memastikan bahwa kondisi di wilayah pesisir Lebak hingga saat ini masih kondusif dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa.
Senada dengan hal tersebut, warga di beberapa titik pesisir lainnya dilaporkan tidak menunjukkan kepanikan yang berlebihan, mengingat fenomena aktivitas GAK kerap terjadi secara berkala. Para nelayan dan warga setempat telah memiliki kesadaran kolektif untuk memantau perkembangan situasi melalui saluran informasi resmi.
BPBD Lebak turut menekankan pentingnya bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak termakan oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya di media sosial. Pihaknya mengimbau agar publik senantiasa merujuk pada kanal informasi resmi dari PVMBG, BMKG, maupun BPBD guna menghindari kesimpangsiuran data terkait kondisi terkini Gunung Anak Krakatau.