Gunung Anak Krakatau terpantau kembali meningkatkan aktivitas vulkaniknya dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data pemantauan yang dirilis oleh petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, gunung api tersebut telah mengalami erupsi sebanyak 18 kali terhitung sejak 2 Juli 2026.

Hingga Rabu petang, 8 Juli 2026, kepulan asap vulkanik masih terlihat membubung dari puncak kawah yang terletak di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan. Pihak otoritas pemantau gunung api terus melakukan pengawasan ketat terhadap pergerakan magma di bawah permukaan untuk memastikan perkembangan situasi terkini.

Masyarakat maupun nelayan yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi zona aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang. Pemerintah daerah bersama Badan Geologi memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala demi menjaga keselamatan publik di wilayah pesisir Lampung Selatan dan sekitarnya.