Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berlokasi di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Senin (6/7/2026). Gunung yang saat ini berada dalam status Level III atau Siaga tersebut dilaporkan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 150 meter di atas puncak kawahnya.
Berdasarkan laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau untuk periode pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, pengamatan visual menunjukkan kondisi gunung umumnya terpantau jelas meski sesekali tertutup kabut. Emisi asap dari kawah utama terlihat berwarna putih dengan variasi intensitas mulai dari tipis hingga tebal.
Selain aktivitas visual, instrumen pemantauan mencatat lonjakan aktivitas seismik yang cukup signifikan. Petugas mencatat adanya 24 kali gempa harmonik dengan durasi yang bervariasi antara 27 hingga 1.058 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan durasi mencapai 1.400 detik. Meski aktivitas kegempaan terus berlangsung, kondisi perairan di sekitar wilayah gunung dilaporkan masih dalam keadaan relatif tenang.
Menyikapi perkembangan terkini, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada level Siaga. Pihak otoritas menekankan pentingnya kepatuhan terhadap zona aman bagi masyarakat umum, nelayan, serta wisatawan.
Seluruh pihak diimbau untuk tidak melakukan aktivitas maupun mendekati kawah aktif dalam radius tiga kilometer. Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi potensi bahaya lontaran material vulkanik maupun ancaman lainnya yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat ketidakstabilan aktivitas gunung tersebut.