Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali terpantau menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin (6/7/2026). Letusan yang terjadi di sore hari tersebut tercatat memuntahkan kolom abu vulkanik hingga ketinggian 150 meter dari atas puncak kawah.
Berdasarkan laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, sepanjang periode pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, gunung api dengan status Level III (Siaga) tersebut tampak mengeluarkan asap kawah berwarna putih. Intensitas asap bervariasi dari tipis, sedang, hingga tebal dengan ketinggian yang fluktuatif antara 10 hingga 150 meter.
Petugas pengamatan, Muhammad Dika Nurzaman, menjelaskan bahwa kondisi visual gunung terpantau cukup jelas meskipun sesekali tertutup kabut. Cuaca di area sekitar gunung dilaporkan cukup kondusif dengan hembusan angin lemah yang mengarah ke barat laut, sementara kondisi gelombang laut di sekitar kawasan tersebut terpantau tenang.
Selain aktivitas visual, instrumen seismograf mencatat adanya aktivitas kegempaan yang cukup signifikan, meliputi 24 kali gempa harmonik dengan durasi yang bervariasi serta satu kali gempa tektonik jauh. Data ini mengindikasikan bahwa dinamika vulkanik di bawah permukaan masih berlangsung aktif.
Merespons kondisi tersebut, pihak berwenang menegaskan agar masyarakat, wisatawan, maupun nelayan tetap mematuhi zona larangan beraktivitas. Radius aman yang ditetapkan adalah 3 kilometer dari kawah aktif guna memitigasi risiko bahaya erupsi yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan.