Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dilaporkan kembali meningkat tajam pada Jumat (10/7/2026). Sepanjang pagi hari, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami enam kali erupsi dengan ketinggian kolom abu yang bervariasi.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengungkapkan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 06.29 WIB dengan kolom abu setinggi 1,1 kilometer. Intensitas erupsi sempat meningkat pada letusan kedua pukul 07.39 WIB, di mana kolom abu teramati mencapai 1,3 kilometer di atas puncak, mengarah ke sektor utara dan timur laut.

Memasuki siang hari, frekuensi erupsi tetap terjaga dengan ketinggian kolom abu berkisar antara 500 meter hingga 1,2 kilometer. Material abu yang menyertai letusan mayoritas berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas yang tergolong tebal di beberapa titik pengamatan.

Menyikapi peningkatan aktivitas ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan zona larangan beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah utama. Hal ini dilakukan guna memitigasi risiko bahaya lontaran batu pijar yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap potensi awan panas guguran serta aliran lahar dingin, terutama bagi warga yang berdomisili di sekitar jalur sungai yang berhulu di puncak Semeru. Area yang menjadi perhatian khusus meliputi aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat.

Otoritas setempat menegaskan agar warga tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat kawasan tersebut sangat rawan terhadap perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak gunung.