Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens pada Minggu (28/6). Sepanjang hari ini, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak empat kali, dengan letusan puncak mencapai ketinggian 1.000 meter di atas permukaan kawah.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, letusan utama terjadi pada pukul 11.37 WIB. Kolom abu teramati meluncur ke arah tenggara dan selatan dengan intensitas tebal serta warna yang bervariasi antara putih hingga kelabu. Aktivitas ini tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi selama 170 detik.

Sebelumnya, rangkaian erupsi telah terekam sejak pagi hari, yakni pada pukul 05.35 WIB, 06.32 WIB, dan 09.11 WIB. Meskipun beberapa letusan tidak teramati secara visual karena tertutup kabut, instrumen pemantau mencatat amplitudo yang signifikan, dengan durasi terlama mencapai 203 detik pada erupsi ketiga.

Saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan pada Level III atau Siaga. Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat adanya ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.