Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM kembali menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat serta wisatawan diminta untuk tetap waspada mengingat aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih menunjukkan dinamika yang signifikan.

Berdasarkan laporan pengamatan petugas di lapangan pada Rabu (8/7/2026), aktivitas visual menunjukkan adanya embusan asap dari kawah aktif dengan ketinggian mencapai 10 hingga 100 meter di atas puncak. Asap tersebut terpantau berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, dengan tekanan yang cenderung lemah.

Selain aktivitas visual, alat seismograf juga mencatat adanya aktivitas kegempaan berupa tremor menerus atau microtremor. Getaran ini diindikasikan sebagai dampak dari pergerakan magma atau fluida di dalam perut bumi, dengan amplitudo dominan tercatat sebesar 5 milimeter.

Meskipun kondisi meteorologi di sekitar gunung terpantau cerah dengan suhu udara rata-rata 27 hingga 32 derajat Celcius dan kondisi perairan sekitar yang tenang, pihak berwenang tidak ingin mengambil risiko. Badan Geologi secara tegas mengeluarkan rekomendasi larangan bagi masyarakat, pengunjung, maupun pendaki untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah aktif.

Langkah mitigasi ini diambil untuk meminimalisir potensi risiko bahaya erupsi yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Pihak PVMBG terus memantau perkembangan situasi terkini secara intensif dan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada publik.