Dinamika politik di tingkat nasional kembali menjadi sorotan tajam para pengamat ekonomi. Aktivitas safari politik yang melibatkan tokoh-tokoh dengan pengaruh signifikan dipandang membawa dampak bagi stabilitas iklim usaha di Indonesia. Ketegangan atau persaingan antar elite politik seringkali diterjemahkan oleh pasar sebagai sinyal ketidakpastian yang dapat memengaruhi persepsi investor.
Prof. Didik, seorang pakar ekonomi politik, menegaskan bahwa interaksi antara presiden dan mantan presiden yang masih memiliki basis pengaruh kuat menjadi variabel penentu dalam arah kebijakan nasional. Menurutnya, persepsi pelaku ekonomi sangat sensitif terhadap pola hubungan antar elite. Ketika dinamika ini cenderung mengarah pada persaingan terbuka, maka pelaku pasar akan cenderung bersikap defensif guna memitigasi risiko.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa persaingan elite politik dapat memberikan dampak negatif terhadap ekosistem bisnis secara luas. Investor, pemilik modal, maupun pemangku kepentingan lainnya dipastikan akan membaca situasi ini sebagai risiko tambahan yang memengaruhi institusi, birokrasi, hingga efektivitas kebijakan ekonomi ke depan. Ketidakpastian politik semacam ini, jika terus berlarut, dikhawatirkan akan menghambat proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang membutuhkan stabilitas tinggi.