Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds mengambil langkah taktis guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu. Upaya mitigasi ini diwujudkan dengan membuat sekat bakar atau ilaran sepanjang 4,5 kilometer di sepanjang jalur pendakian Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan.
Pembuatan pembatas api ini dipusatkan pada tiga titik strategis demi mempercepat proses pembersihan vegetasi yang berpotensi merambat jika terjadi kebakaran. Dalam pelaksanaannya, Perhutani bersinergi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA), jajaran TNI/Polri, BPBD, serta elemen masyarakat setempat.
Wakil Administratur KPH Lawu Ds, Hermawan, menjelaskan bahwa tindakan preventif ini sangat krusial mengingat musim kemarau tahun ini diproyeksikan berlangsung lebih lama. Pengalaman pahit pada karhutla besar tahun 2023 menjadi bahan evaluasi penting bagi jajarannya.
Kebakaran pada tahun lalu tidak hanya merusak kelestarian ekosistem hutan, tetapi juga menghanguskan jaringan pipa air bersih yang mengalirkan air dari mata air gunung ke permukiman warga. Oleh karena itu, pengamanan saat ini difokuskan pada perlindungan vegetasi sekaligus penyelamatan infrastruktur vital masyarakat.
Selain membangun fisik sekat bakar, Perhutani juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas para pendaki. Wisatawan diimbau keras untuk tidak menyalakan api atau memicu potensi kebakaran, terutama di area hutan cemara yang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat mengering.