Proses validasi kelayakan Kabupaten Bojonegoro untuk menyandang status resmi UNESCO Global Geopark (UGGp) kini memasuki tahap krusial. Dua asesor dari organisasi dunia tersebut turun langsung ke lapangan guna meninjau dan memastikan kesesuaian antara dokumen pengajuan dengan realitas geosite yang ada di lapangan.
Dalam pengajuannya ke tingkat internasional, Bojonegoro mengusung keunikan geologi bertema "The Unique Petroleum System on Land". Tema ini menonjolkan karakteristik langka berupa sistem perminyakan darat purba yang terintegrasi, yang menjadi identitas utama kawasan geopark tersebut.
Tim penilai yang terdiri dari Andreas Josef Schüller asal Jerman dan Li Yue asal China memulai kunjungan lapangan dari Geosite Antiklin Kawengan. Rute peninjauan kemudian berlanjut ke singkapan antiklin, Rumah Singgah dan Museum Geopark Wonocolo, kawasan agrowisata Kebun Alpukat, gardu pandang Teksas Wonocolo, Geosite Wonocolo Hargomulyo, hingga berakhir di Geosite Formasi Bulu.
Saat menyambangi Wonocolo, kedua asesor mengamati langsung aktivitas penambangan dan penyulingan minyak tradisional yang dikelola secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Warisan industri minyak rakyat berbasis kearifan lokal ini diproyeksikan menjadi daya tarik utama untuk memperkuat nilai tawar Geopark Bojonegoro di kancah global. Selain potensi geologi, keramahan warga lokal juga ditunjukkan melalui penyajian kuliner khas, seperti nasi gulung dan dawet hitam khas Desa Tinumpuk.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, mengungkapkan bahwa tema sistem perminyakan darat merupakan keunggulan komparatif yang sangat langka. Di Indonesia, konsep serupa hanya dimiliki oleh Sumatra Utara dan Bojonegoro. Andik menyebut berkas usulan ini telah mendapat apresiasi positif dari Sekretariat UNESCO.
Senada dengan itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elizabeth, menjelaskan bahwa tim asesor telah menerima paparan menyeluruh mencakup kekayaan geologi, keragaman hayati, upaya pelestarian budaya, hingga keterlibatan aktif masyarakat lokal. Jika berhasil meraih sertifikasi UGGp, status tersebut diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata, menarik investasi baru, sekaligus memperkuat komitmen pelestarian warisan bumi di Bojonegoro.