Sebanyak 39 unit Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Tangerang kini semakin masif dalam mengimplementasikan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam memperkuat deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit sekaligus membuka akses kesehatan yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menegaskan bahwa seluruh Puskesmas di wilayahnya berperan sebagai ujung tombak pelayanan. Strategi yang diterapkan tidak lagi hanya bersifat pasif menunggu kunjungan warga di fasilitas kesehatan, melainkan aktif melakukan jemput bola langsung ke berbagai titik strategis seperti sekolah, perkantoran, perusahaan, komunitas, hingga ke tingkat lingkungan RT dan RW.

"Kami mendorong seluruh Puskesmas untuk lebih proaktif menjangkau masyarakat. Kehadiran petugas kesehatan di lapangan merupakan kunci agar jangkauan program CKG ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh warga," ujar dr. Dini, Senin (6/7/26).

Lebih lanjut, dr. Dini menjelaskan bahwa data yang terkumpul dari pemeriksaan tersebut memiliki fungsi ganda. Selain sebagai catatan pelayanan medis, hasil pemeriksaan akan diolah untuk memetakan profil kesehatan warga di masing-masing wilayah kerja Puskesmas terkait.

"Melalui pemetaan ini, setiap Puskesmas akan memiliki gambaran akurat mengenai kondisi kesehatan masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, upaya pencegahan maupun langkah penanganan medis dapat dilakukan secara jauh lebih cepat dan tepat sasaran," pungkasnya. Program ini diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang lebih sehat, bugar, dan produktif.