Pemerintah Provinsi Maluku kini tengah mematangkan langkah konkret dalam upaya penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Hal ini diwujudkan melalui rencana kolaborasi penerapan teknologi desalinasi air laut bertenaga surya yang dikembangkan oleh Universitas Diponegoro (UNDIP).

Proses ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, ke Kampus UNDIP Teluk Awur, Jepara, beberapa waktu lalu. Sebagai bentuk komitmen formal, perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku yang diwakili oleh Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah serta Bappeda, telah melakukan pertemuan dengan pimpinan UNDIP untuk memfinalisasi dokumen kerja sama teknis tersebut.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Ia berharap sinergi ini menjadi pembuka jalan bagi kerja sama strategis di sektor lainnya di masa mendatang, seraya menekankan peran penting perguruan tinggi dalam memberikan solusi nyata bagi tantangan daerah.

Senada dengan hal tersebut, inventor teknologi desalinasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Kampus Jepara, Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan geografis Maluku yang didominasi oleh perairan. Pihaknya optimistis bahwa implementasi teknologi bertenaga surya ini dapat menjadi jawaban berkelanjutan atas kelangkaan akses air minum di wilayah kepulauan.

Selain penyediaan air bersih, kedua pihak berencana memperluas kolaborasi riset di bidang kelautan. Langkah ini dipandang sebagai upaya mempererat hubungan antara akademisi dan pemerintah daerah dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.