Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan klarifikasi tegas terhadap simpang siur informasi yang beredar di masyarakat mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. Otoritas geologi memastikan bahwa status gunung api tersebut saat ini masih berada pada Level III atau Siaga, dan menepis rumor yang menyebutkan bahwa erupsi saat ini akan memicu bencana tsunami di wilayah pesisir Banten dan Lampung.
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh kabar yang tidak berdasar. Ia mengimbau seluruh pihak, termasuk wisatawan dan pendaki, untuk tetap mematuhi zona larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi guna mengantisipasi ancaman awan panas, aliran lava, serta lontaran material vulkanik lainnya.
Lebih lanjut, pihak Badan Geologi menyatakan bahwa segala bentuk kegiatan warga di sekitar pantai dapat berjalan normal. Namun, masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan terkini melalui saluran komunikasi resmi, seperti situs MAGMA Indonesia atau kanal media sosial resmi PVMBG, guna menghindari paparan informasi menyesatkan yang berpotensi memicu kepanikan massal.
Dalam keterangan resminya, Lana menegaskan bahwa disiplin dalam menyaring informasi merupakan kunci utama dalam mitigasi bencana di tengah status Siaga. Pihaknya akan terus memberikan pembaruan data secara transparan melalui Pos Pengamatan Gunung Krakatau agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dari sumber yang kredibel.