Pemerintah Provinsi Bali secara resmi mengukuhkan posisi Pulau Dewata sebagai episentrum kolaborasi ekonomi internasional melalui gelaran Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026. Acara yang mempertemukan pelaku usaha dari 10 negara ini menjadi ajang strategis untuk mempererat jejaring bisnis sekaligus mempromosikan visi pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Dalam jamuan makan malam di Jaya Sabha, Gubernur Bali Wayan Koster menyambut hangat kehadiran delegasi dari berbagai negara, termasuk India, Australia, hingga Uni Emirat Arab. Koster menegaskan bahwa momentum ini selaras dengan arah pembangunan jangka panjang 'Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125)' yang menempatkan kebudayaan dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi utama daya saing daerah di kancah global.

Konferensi yang bertema ‘Towards Dharmanomics: Designing the Future’ ini berlangsung di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar. Perhelatan ini merupakan kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan lembaga pendidikan tinggi, organisasi jaringan wirausaha global, serta dukungan dari Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) untuk memastikan standar penyelenggaraan internasional.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dalam memajukan nilai-nilai Dharma dan pembangunan bangsa, ajang ini turut menganugerahkan 'Prajaniti Dharmaraja Award 2026'. Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah tokoh nasional dan internasional, termasuk Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka serta para pemangku kepentingan di berbagai sektor strategis.

Koster menekankan bahwa kekuatan ekonomi Bali di masa depan harus tetap berpijak pada eksistensi desa adat. Dengan menyelaraskan sektor pariwisata, budaya, dan pengembangan ekonomi bersih, ia optimistis Bali dapat menjadi model pembangunan yang mampu bersaing di pasar dunia tanpa kehilangan identitas serta nilai spiritualitas yang diwariskan leluhur.