PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali membuktikan taringnya di kancah perbankan nasional. Perseroan berhasil meraih penghargaan dalam ajang Bisnis Indonesia Award 2026 untuk kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset di atas Rp 40 triliun. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan manajemen dalam menjaga stabilitas kinerja serta fundamental bisnis yang tetap sehat di tengah iklim industri perbankan yang kian menantang.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank Jatim, Umi Rodiyah, dalam acara yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (2/7). Umi menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan cerminan dari dedikasi seluruh insan Bank Jatim, sekaligus bukti nyata atas kepercayaan pemangku kepentingan, mulai dari nasabah, pemegang saham, hingga mitra strategis terhadap tata kelola perusahaan yang transparan.
Berdasarkan laporan kinerja kuartal I-2026, Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan impresif dengan total aset mencapai Rp 164,07 triliun atau tumbuh 38,85% secara tahunan (YoY). Di sektor penyaluran kredit, perusahaan berhasil menyalurkan dana sebesar Rp 109,22 triliun, tumbuh signifikan sebesar 40,85%. Capaian tersebut diperkuat dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 122,80 triliun, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan ini.
Ke depan, perseroan berkomitmen untuk tidak sekadar mempertahankan angka-angka tersebut, melainkan terus berakselerasi melalui transformasi digital dan inovasi layanan. Fokus utama Bank Jatim adalah memperkuat manajemen risiko serta menjaga kualitas aset secara selektif demi menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan hingga akhir tahun.
Sebagai informasi, Bisnis Indonesia Award merupakan ajang tahunan yang memberikan pengakuan kepada perusahaan berkinerja terbaik dengan tolok ukur ketat, mulai dari performa keuangan, inovasi, hingga kemampuan adaptasi perusahaan dalam merespons dinamika ekonomi. Bagi Bank Jatim, penghargaan ini menjadi katalis untuk terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah dan regional champion yang inklusif.