Bank of China (Hong Kong) Limited berhasil mempertahankan predikatnya sebagai entitas perbankan asing paling unggul dalam ajang bergengsi Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026. Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi bank tersebut dalam menjaga ritme pertumbuhan kinerja melalui optimalisasi sumber daya strategis yang mereka miliki.
Dewan juri BIA 2026, yang terdiri dari para pakar ekonomi ternama seperti Raden Pardede, Eduardus Tandelilin, dan Lana Soelistianingsih, memberikan penilaian berdasarkan indikator kuantitatif keuangan serta analisis kualitatif yang ketat. Bank of China dinilai unggul secara signifikan dalam aspek kekuatan finansial jika dibandingkan dengan kompetitor bank asing lainnya di pasar domestik.
Dari sisi operasional, catatan keuangan kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan performa yang solid. Kantor cabang Jakarta melaporkan lonjakan aset sebesar 19,83% secara tahunan, yakni mencapai Rp90,47 triliun. Pertumbuhan tersebut selaras dengan penyaluran kredit yang meningkat 22,80% menjadi Rp28,87 triliun, didukung oleh himpunan dana pihak ketiga yang stabil di angka Rp68,39 triliun.
Tidak hanya dari sisi ekspansi, kualitas aset bank ini juga terjaga dengan sangat baik. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank of China tercatat kuat di level 42,74%. Sementara itu, kualitas kredit yang disalurkan tetap sehat dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross yang berada di angka rendah, yakni 0,17%, serta NPL net mencapai 0%.
Bisnis Indonesia Awards 2026 sendiri merupakan apresiasi tahunan yang telah diselenggarakan sejak 2002 bagi emiten dan korporasi yang menunjukkan performa bisnis gemilang. Pada gelaran kali ini, penghargaan diserahkan langsung oleh jajaran pimpinan Bisnis Indonesia Group kepada pihak manajemen Bank of China sebagai pengakuan atas capaian luar biasa mereka sepanjang tahun pengamatan 2023 hingga 2025.