Universitas Nasional (UNAS) resmi melahirkan doktor baru di bidang Ilmu Politik setelah Selamat Ginting berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Senat Terbuka Promosi Doktor di Jakarta. Penelitian ilmiah ini menyoroti dinamika krusial hubungan sipil-militer, khususnya terkait penempatan prajurit aktif TNI dalam pos jabatan sipil pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam riset mendalam yang berlangsung selama lebih dari tiga tahun tersebut, Selamat mengungkapkan bahwa telah terjadi pergeseran paradigma dalam tubuh militer Indonesia. Dari yang semula menganut pola pemisahan tegas, kini bergeser menjadi integrasi administratif yang sistematis dan berbasis regulasi. Menurutnya, fenomena ini melahirkan konsep prajurit sebagai manajer administratif, menggantikan corak dwifungsi klasik era Orde Baru.
Selamat memaparkan bahwa penempatan prajurit aktif di luar ranah pertahanan dipicu oleh kegagalan organisasi dalam mengantisipasi efek perpanjangan usia pensiun dari 55 menjadi 58 tahun, yang memicu surplus perwira. Ia memperingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada militer untuk mengisi pos sipil dapat menghambat konsolidasi demokrasi serta melemahkan profesionalisme militer itu sendiri.
Dalam sesi debat akademik yang berlangsung dinamis, Selamat menjawab berbagai sanggahan dari dewan penguji, termasuk mengenai kekhawatiran terganggunya sistem karier aparatur sipil negara (ASN). Ia menegaskan bahwa penguatan institusi sipil adalah solusi utama yang harus ditempuh negara, bukan justru membuka ruang komando militer untuk masuk ke ranah birokrasi pemerintahan.
Setelah melalui penilaian ketat oleh tim penguji yang dipimpin Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., Selamat dinyatakan lulus dengan yudisium sangat memuaskan. Promotor sidang, Prof. Dr. Maswadi Rauf, M.A., mengapresiasi ketekunan Selamat dalam menuntaskan disertasi setebal lebih dari 400 halaman tersebut selama 11 semester demi menjaga kedalaman komparasi lintas rezim.
Sidang promosi ini turut dihadiri oleh mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo, akademisi Rocky Gerung, serta jajaran tokoh politik nasional lainnya. Keberhasilan Selamat Ginting menjadikannya lulusan ke-41 dari Program Doktor Ilmu Politik UNAS, sebuah program studi yang kini telah menyandang akreditasi Unggul sejak awal 2024.