Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Jawa Tengah memberikan tanggapan terkait sorotan publik terhadap pemilihan lokasi gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dianggap tidak lazim. Sejumlah gerai di beberapa wilayah dilaporkan berdiri di posisi yang menantang, mulai dari lereng pegunungan, area pemakaman, hingga lokasi yang dinilai menghambat akses jalan publik.

Fenomena tersebut mencuat setelah beredar luas di media sosial melalui berbagai rekaman video yang memperlihatkan gerai KDKMP dengan tata letak yang kurang ideal. Misalnya, keberadaan gerai di Kabupaten Kendal yang berada di lereng gunung serta gerai di Temanggung yang dinilai memakan badan jalan, memicu kritik dari warganet mengenai efektivitas operasional koperasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkop UKM Jawa Tengah, Desy Arijani, mengajak para pengelola untuk tidak berkecil hati. Sebaliknya, ia memandang kendala geografis tersebut sebagai cambuk untuk meningkatkan inovasi agar layanan koperasi tetap relevan dan menarik bagi masyarakat sekitar.

"Lokasi yang dianggap kurang strategis ini justru menjadi tantangan bagi pengurus untuk lebih jeli membaca potensi daerah. Keberhasilan sebuah koperasi pada akhirnya sangat bergantung pada bagaimana pengurus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di lingkungan tempat gerai tersebut berada," ujar Desy dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Lebih lanjut, Desy menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah desa setempat. Peran aktif aparatur desa dianggap krusial untuk memobilisasi warga agar berpartisipasi aktif menjadi anggota sekaligus memanfaatkan KDKMP sebagai pusat perputaran ekonomi desa, tanpa harus terpaku sepenuhnya pada faktor lokasi fisik semata.