UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi ulama dan intelektual Muslim yang mumpuni melalui pelaksanaan seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur Qiroatul Kutub. Langkah ini ditujukan untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki keahlian khusus dalam menelaah literatur Islam klasik atau kitab kuning.

Sebanyak 59 peserta tercatat mengikuti proses seleksi yang digelar pada Selasa (7/7/2026). Ujian berlangsung dengan format hibrida, di mana para peserta mengerjakan tes secara daring, sementara tim penguji melaksanakan proses penilaian secara langsung di Gedung Lecture Hall, kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kepala Pusat PMB UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Mohamad Erihadiana, M.Pd., menyatakan bahwa jalur ini dirancang khusus bagi calon mahasiswa yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren yang kuat. Menurutnya, penguasaan kitab kuning merupakan fondasi akademik penting bagi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi keislaman.

"Kami ingin menjaring generasi yang tidak hanya mahir membaca turats, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang luas serta menjunjung tinggi moderasi beragama," ujar Erihadiana. Ia menambahkan bahwa para lulusan nantinya diharapkan menjadi intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman dengan akar keilmuan yang kokoh.

Dalam seleksi ini, peserta diuji dalam tiga aspek krusial yakni Sihhatul Qiraah (ketepatan bacaan), Fashahatul Qiraah (kefasihan), dan Fahmul Maqru (pemahaman makna). Materi kitab yang diujikan mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari Aqidatul Awam hingga Fathul Qarib, yang disesuaikan dengan program studi pilihan masing-masing peserta.

Salah satu penguji, Drs. Zaenal Muttaqin, M.Ag., memberikan apresiasi positif terhadap kualitas para peserta tahun ini. Ia menilai kemampuan membaca dan memahami teks yang ditunjukkan peserta sudah berada di tingkat yang sangat memuaskan. Rencananya, hasil akhir dari seleksi jalur prestisius ini akan diumumkan secara resmi pada 15 Juli 2026 melalui portal damba.uinsgd.ac.id.