Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti masih belum stabilnya minat investasi di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Meski peluang pasar masih terbuka, para investor kini lebih memilih sikap berhati-hati atau wait and see sebelum memutuskan untuk menanamkan modal lebih dalam di industri yang padat karya ini.
Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, mengungkapkan bahwa keraguan investor tersebut terefleksi dari penurunan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di sektor TPT pada kuartal pertama tahun 2026. Data mencatat investasi domestik sektor ini hanya mencapai Rp2 triliun, atau terkoreksi sekitar 4,8% secara kuartalan.
Menurut Shinta, investor internasional maupun pemilik merek global terus membandingkan Indonesia dengan negara kompetitor seperti Vietnam, India, hingga Bangladesh. Mereka sangat mempertimbangkan faktor efisiensi biaya logistik, kepastian regulasi, produktivitas tenaga kerja, hingga kemudahan akses pasar ekspor sebelum memutuskan untuk melakukan relokasi atau ekspansi pabrik.
Tekanan terhadap industri tekstil kian berat akibat serbuan produk impor murah yang masuk ke pasar domestik, termasuk yang terindikasi melalui jalur ilegal atau praktik perdagangan tidak adil. Kondisi tersebut memaksa banyak perusahaan nasional untuk menurunkan utilitas pabrik, menekan margin keuntungan, hingga melakukan efisiensi tenaga kerja demi bertahan di tengah pasar yang kian kompetitif.
Apindo mengapresiasi upaya pemerintah dalam memperketat regulasi perdagangan, namun menekankan bahwa efektivitas pengawasan di lapangan dan penegakan hukum menjadi kunci utama. Pihaknya mendorong pemerintah untuk tegas dalam menindak praktik dumping dan memperkuat instrumen perlindungan perdagangan sesuai standar WTO.
Sebagai langkah strategis dalam enam bulan ke depan, Apindo mengusulkan tiga prioritas utama: memangkas ekonomi biaya tinggi melalui deregulasi dan efisiensi logistik, memperkuat proteksi pasar domestik tanpa mengganggu rantai pasok global, serta pemberian insentif modernisasi teknologi bagi pelaku industri TPT untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar internasional.