Festival Lima Gunung XXV/2026 yang digelar di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Magelang, menjadi panggung apresiasi bagi tokoh seni lokal. Komunitas Lima Gunung (KLG) secara resmi memberikan "Lima Gunung Award 2026" kepada sinden legendaris, Sukitri (81), atas pengabdian tiada henti dalam menjaga tradisi kesenian Jawa.
Budayawan sekaligus pendiri KLG, Sutanto Mendut, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas konsistensi Mbah Kitri yang selama puluhan tahun berkecimpung sebagai sinden, penari, hingga penabuh gamelan. Kiprah keluarga besarnya yang turun-temurun menggeluti dunia pedalangan menjadi bukti nyata peran penting mereka dalam pelestarian budaya.
Mengingat kondisi fisik yang telah sepuh, Mbah Kitri berhalangan hadir langsung di lokasi acara. Penghargaan tersebut kemudian diterima oleh putranya yang juga seorang dalang, Triyono. Penyerahan piagam yang ditandatangani oleh tokoh-tokoh utama KLG ini berlangsung khidmat di tengah puncak kemeriahan festival yang diselenggarakan secara swadaya oleh seniman petani dari lima gunung di Jawa Tengah.
Triyono mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas apresiasi yang diberikan kepada sang ibu. Ia menegaskan bahwa keluarga besarnya berkomitmen untuk terus mewariskan kecintaan terhadap seni tradisional, khususnya karawitan dan pedalangan, kepada generasi penerus sebagai bentuk syukur kepada Tuhan.
Festival tahun ini sendiri mengusung tema unik, "Makin Goblok Bareng", yang mengandung pesan filosofis tentang kerendahan hati dalam menghadapi dinamika kehidupan. Perhelatan yang melibatkan 85 grup kesenian dengan lebih dari seribu personel ini menyajikan beragam pertunjukan, mulai dari tarian tradisional hingga pameran seni rupa, yang diselenggarakan di area pertanian kawasan lereng Gunung Merbabu.