Keputusan besar diambil oleh Huynh Nguyen Anh Phuong, seorang mahasiswi baru angkatan K71 di Universitas Sains dan Teknologi Hanoi. Demi mengejar cita-citanya di bidang Teknologi Pendidikan (ED2), ia rela meninggalkan kampung halamannya di Can Tho dan menempuh perjalanan sejauh hampir 2.000 kilometer menuju ibu kota.

Sebelum menjatuhkan pilihan pada ED2, rekam jejak akademis Phuong sebenarnya membuka banyak peluang emas. Ia sempat menerima beasiswa penuh di bidang teknologi dan diterima di berbagai program IT ternama. Namun, melalui proses refleksi diri yang mendalam, ia menyadari bahwa hasrat utamanya bukan sekadar menulis baris kode, melainkan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan dampak positif bagi dunia pendidikan.

Tidak ingin mengambil keputusan berdasarkan impuls sesaat, Phuong menghabiskan waktu setahun untuk riset mendalam. Ia mempelajari kurikulum, berdiskusi dengan para senior, hingga berkonsultasi langsung dengan dosen di fakultas terkait. Dedikasi ini akhirnya membuahkan restu dari orang tuanya, yang awalnya sempat ragu dengan jarak geografis yang membentang jauh.

Program ED2 yang ia pilih menawarkan kurikulum unik yang memadukan ilmu teknik seperti kecerdasan buatan (AI), realitas virtual (VR), dan data pendidikan dengan ilmu psikologi serta pedagogi. Phuong memimpikan masa depan di mana teknologi mampu membuat ruang kelas menjadi lebih hidup, seperti membawa siswa menjelajahi sejarah melalui VR atau mempelajari sains melalui permainan interaktif.

Kini, sebagai mahasiswi ED2, ia memiliki visi besar untuk menjadi perancang materi pembelajaran multimedia. Baginya, teknologi bukanlah pengganti guru, melainkan instrumen untuk memperluas akses pengetahuan dan menginspirasi generasi muda. Dengan komitmen yang teguh, ia berharap dapat berkontribusi dalam transformasi digital pendidikan di Vietnam agar setiap anak mendapatkan kesempatan belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.