Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengintensifkan upaya pembudayaan pola hidup sehat di seluruh jenjang sekolah dan madrasah. Langkah strategis ini diambil sebagai instrumen kunci untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki fisik prima, tetapi juga mental yang tangguh dan berdaya saing global.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, dalam pertemuan strategis di Banjarmasin, menekankan bahwa kompleksitas tantangan kesehatan remaja saat ini menuntut sinergi lintas sektor. Setidaknya terdapat lima isu prioritas yang menjadi fokus utama, yakni pencegahan anemia, penguatan kesehatan jiwa, eliminasi perundungan, penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), serta peningkatan literasi kesehatan.
Khusus terkait pencegahan anemia, Diauddin menyoroti pentingnya konsumsi rutin Tablet Tambah Darah bagi remaja putri. Menurutnya, anemia memiliki dampak jangka panjang terhadap konsentrasi dan produktivitas belajar siswa. Oleh karena itu, dukungan dari pihak sekolah dan keluarga sangat krusial dalam memastikan kepatuhan program ini di lapangan.
Selain aspek fisik, lingkungan sekolah juga didorong untuk menjadi ruang yang aman dari perundungan dan diskriminasi. Sekolah diharapkan mampu membangun komunikasi positif yang mendukung tumbuh kembang anak, sehingga tercipta suasana belajar yang inklusif dan ramah terhadap keberagaman.
Sebagai langkah inovatif, Dinkes Kalsel mendorong pembentukan Agen Perubahan Kesehatan di tiap sekolah. Program ini diharapkan mampu memicu kesadaran mandiri di kalangan pelajar untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin beraktivitas fisik, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Diauddin menegaskan bahwa keberhasilan agenda ini sangat bergantung pada kolaborasi multipihak, mulai dari instansi pendidikan, Kementerian Agama, puskesmas, hingga keterlibatan dunia usaha. Sinergi ini merupakan wujud nyata visi 'Bekerja Bersama, Merangkul Semua' demi mempersiapkan generasi emas Kalimantan Selatan yang sehat dan berkarakter.