Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat, khususnya yang bermukim di pesisir Banten dan Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi bohong atau hoaks terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kepala Diskominfo Kabupaten Serang, Surtaman, mengungkapkan bahwa keresahan sempat muncul di tengah masyarakat menyusul beredarnya kabar tidak benar mengenai potensi tsunami yang dipicu oleh aktivitas vulkanik gunung tersebut. Ia menegaskan agar warga tetap tenang dan bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada level III atau siaga. Kendati demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa situasi di lapangan tetap dalam pengawasan ketat dan terkendali. Merujuk pada data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), fase jeda erupsi besar masih berlangsung sejak Desember 2023.
Meski isu tsunami dipastikan sebagai hoaks, otoritas tetap menekankan kepatuhan terhadap protokol keselamatan. Wisatawan maupun masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas atau mendekati kawah dalam radius tiga kilometer dari pusat letusan demi menjamin keamanan warga.
Pemerintah daerah mengimbau agar warga pesisir tetap menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. Seluruh pihak diminta untuk terus memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau hanya melalui kanal resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta lembaga vulkanologi guna menghindari kesimpangsiuran informasi.