Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor sukses menyelenggarakan kompetisi Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Kabupaten Bogor 2026. Berlangsung selama dua hari pada 21–22 Juli 2026 di Lapangan PASI Stadion Pakansari, Cibinong, ajang ini menjadi panggung seleksi bagi para atlet muda berbakat untuk melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat pada Oktober mendatang.
Ajang tahunan ini diikuti oleh 912 pelajar sekolah dasar (SD) dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor. Terdapat lima nomor olahraga tradisional yang dipertandingkan dalam kompetisi ini, yaitu dagongan, egrang, hadang, sumpitan, serta tarompah panjang. Kompetisi berlangsung sengit dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas di kalangan peserta.
Dalam rekapitulasi akhir, Kecamatan Leuwiliang tampil mendominasi dengan mengamankan dua gelar juara pertama di kategori dagongan dan tarompah panjang. Sementara itu, gelar juara pertama pada cabang olahraga egrang diraih oleh Kecamatan Citeureup, cabang hadang dimenangkan oleh Kecamatan Cibinong, dan Kecamatan Ciomas keluar sebagai yang terbaik di cabang sumpitan.
Sekretaris Dispora Kabupaten Bogor, Riza Juangsah Rahmat, menjelaskan bahwa esensi dari kegiatan ini melampaui sekadar perebutan piala. Menurutnya, ajang ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya nusantara di tengah arus modernisasi. Pengenalan olahraga tradisional sejak dini diharapkan mampu membentuk karakter positif, kekompakan, dan sportivitas anak-anak.
Riza juga berpesan agar para peraih podium segera mempersiapkan diri secara intensif. Prestasi yang diraih di tingkat kabupaten harus menjadi modal berharga untuk bersaing memperebutkan gelar juara di tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan digelar pada Oktober 2026.
Senada dengan hal itu, Ketua Tim Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Dispora Kabupaten Bogor, Dedi Supriadi, menegaskan pentingnya pembinaan atlet usia dini secara berkelanjutan. Langkah ini dinilai strategis tidak hanya untuk menjaga eksistensi permainan tradisional, tetapi juga untuk melahirkan generasi atlet yang siap berkompetisi di level yang lebih tinggi.